Germany
GeographyLocated in central Europe, Germany is made up of the North German Plain, the Central German Uplands (Mittelgebirge), and the Southern German Highlands. The Bavarian plateau in the southwest averages 1,600 ft (488 m) above sea level, but it reaches 9,721 ft (2,962 m) in the Zugspitze Mountains, the highest point in the country. Germany's major rivers are the Danube, the Elbe, the Oder, the Weser, and the Rhine. Germany is about the size of Montana.GovernmentFederal republic.HistoryThe Celts are believed to have been the first inhabitants of Germany. They were followed by German tribes at the end of the 2nd century B.C. German invasions destroyed the declining Roman Empire in the 4th and 5th centuries A.D. One of the tribes, the Franks, attained supremacy in western Europe under Charlemagne, who was crowned Holy Roman Emperor in 800. By the Treaty of Verdun (843), Charlemagne's lands east of the Rhine were ceded to the German Prince Louis. Additional territory acquired by the Treaty of Mersen (870) gave Germany approximately the area it maintained throughout the Middle Ages. For several centuries after Otto the Great was crowned king in 936, German rulers were also usually heads of the Holy Roman Empire.By the 14th century, the Holy Roman Empire was little more than a loose federation of the German princes who elected the Holy Roman Emperor. In 1438, Albert of Hapsburg became emperor, and for the next several centuries the Hapsburg line ruled the Holy Roman Empire until its decline in 1806. Relations between state and church were changed by the Reformation, which began with Martin Luther's 95 theses, and came to a head in 1547, when Charles V scattered the forces of the Protestant League at Mühlberg. The Counter-Reformation followed. A dispute over the succession to the Bohemian throne brought on the Thirty Years' War (1618–1648), which devastated Germany and left the empire divided into hundreds of small principalities virtually independent of the emperor.
|
|||||||||||||
Kamis, 24 Maret 2016
Germany
Contoh makalah
Contoh makalah
- Makalah adalah sebuah karya tulis ilmiah yang di buat guna membahas
sebauh permasalahan tertentu sebagai hasil dari sebuah kajian lapangan
maupun kajian pustaka
dimana biasanya makalah ini di buat dan di susun untuk memenuhi tugas
tugas tertentu, baik itu berupa tugas akademik maupun non akademik. Jikalau
kita di SMA atau di dunia perkuliahan bahkan di SMP maka pasti kita
pernah disuruh ataupun diberi tugas oleh guru atau dosen untuk membuat
suatu makalah. (Baca : Contoh kata pengantar makalah)
Bagi sobat yang ingin membuat makalah langsung saja simak contoh makalah bahasa indonesia yang berjudul “Pantun”.
Bagi sobat yang ingin membuat makalah langsung saja simak contoh makalah bahasa indonesia yang berjudul “Pantun”.
Contoh makalah bahasa indonesia
KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam penulis sampaikan kehadirat ALLAH SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya makalah ini dapat penulis selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai “PANTUN”
Makalah ini dibuat dalam rangka mengikuti Perlombaan Makalah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2015 yang diadakan oleh pemerintah setempat. Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Meskipun penulis telah berusaha melakukan yang terbaik dalam penulisan makalah ini, karenanya kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Dalam proses penulisan makalah ini penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak:
Ø Kepada kerabat yang telah mendo’akan dan selalu mendukung penulis dalam kegiatan yang sedang dilakukan.
Ø Kepada Bapak Kepala SMA Negeri 1 Binjai, Bapak Susianto, S.Pd, M.Si yang telah mendo’akan dan mendukung penulis dalam lomba makalah ini.
Ø Kepada guru pembimbing penulis, Bapak Joyo Martono, S. Pd dan Ibu Yusnani, S. Pd yang telah membimbing penu;is dari awal sampai selesainya makalah ini.
Ø Kepada guru-guru yang mendo’akan dan mendukung penulis dalam lomba ini.
Ø Kepada teman-teman yang juga mendukung penulis dalam lomba ini.
Hanya ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan, semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah mereka lakukan dan makalah ini dapat memenuhi kreteria penjurian.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.
Singaraja, 8 Desember 2015
Penulis
( Yusuf Putra )
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………….........................………....………................ i
DAFTAR ISI …………………………...................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah …………..........................……....….…..…………….. 1
B. Rumusan Masalah ………….............................……………....………………….. 3
C. Tujuan Penulisan ……………………………..........................…....................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pantun ……………..…………….................................................... 4
B. Ciri-Ciri Pantun …….………..……………………………...............…………………. 5
C. Pembagian Pantun …………………………………………..............…………………. 6
D. Contoh Pantun ………………………………………………...............………………... 7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan …………………………………………………….................……………… 8
B. Saran ……………………………………………………………...................…………….. 8
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………............………………….. 9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal yang namanya pantun. Tapi banyak juga di antara kita yang belum mengenal pantun secara menyeluruh ataupun lebih mendalam. Yang diketahui sebagian orang hanyalah terdiri dari 4 baris, sudah seperti itu saja. Atau hanya digunakan dalam soal-soal dan acara-acara pernikahan ataupun acara-acara tertentu. Karena sebagian orang menganggap bahwa pembelajaran ataupun materi pembahasan tentang pantun tidaklah terlalu penting untuk dipelajari. Mereka beranggapan bahwa materi itu hanyalah pembahasan yang tidak enak dan tidak menyenangkan. Padahal pantun ini adalah salah satu jenis karya sastra yang begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia, tidak heran sudah berjuta-juta orang membuat pantun yang beraneka ragam, unik dan menarik.
Maka dari itu penulis tertarik dan merasa terpanggil untuk membahas secara singkat, jelas, dan padat mengenai pantun ini. Karena ini sebagai bekal bagi anak-anak muda dan remaja yang masih tahap belajar dan juga sebagai sumber ilmu serta pengetahuan bagi semua orang dan semua kalangan siapapun itu.
B. Rumusan Masalah
Apakah Sebenarnya Pantun Itu?
Mengapa Perlu Untuk Mempelajari dan Mengetahui Tentang Pantun?
Mengapa Pantun Adalah Pembelajaran yang Penting?
C. Tujuan Penulisan
Adapun penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk menambah ilmu dan pengetahuan bagi para pembaca seputar tentang pantun.
2. Untuk bekal bagi para anak-anak remaja khususnya yang masih bersekolah dalam pembelajaran mereka.
3. Untuk membangkitkan motivasi banyak orang dalam belajar tentang pantun.
4. Menambah minat banyak warga untuk mempelajari tentang kebahasaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pantun
Pantun adalah salah satu jenis karya puisi lama yang terdiri atas satu bait. Yang mana satu bait itu terdiri atas 4 larik. Rincian dari 4 baris tersebut yaitu larik pertama dan kedua merupakan sampiran sedangkan larik ketiga dan larik keempatnya merupakan isi. Rima dari larik pertama dan larik ketiga adalah sama, sedangkan rima dari larik kedua dan keempat adalah sama. Kemudian metrum ataupun jumlah suku kata yang sama adalah antara larik pertama dan larik ketiga yaitu Sembilan suku kata, sedangkan jumlah metrum larik kedua sama dengan jumlah metrum larik keempat yaitu sepuluh suku kata.
B. Ciri-Ciri Pantun
Sebagaimana layaknya karya sastra, pantun juga memiliki ciri-ciri tersendiri dan berbeda daripada karya sastra yang lainnya. Uniknya pantun bisa dibuat begitu mudah dan cepat, karena hanya terdiri dari 4 larik dan tidak banyak suku kata. Adapun ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut ini.
1. Jumlah larik ataupun baris setiap bait terdiri dari empat larik/baris.
2. Jumlah suku kata tiap lariknya adalah terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata.
3. Adanya persama bunyi atau rima di akhir larik/barisnya yaitu a b a b.
C. Pembagian Pantun
Pantun memiliki beberapa pembagian ataupun klasifikasinya, berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi atas lima, yaitu:
1. Pantun muda-mudi
2. Pantun teka-teki
3. Pantun jenaka
4. Pantun anak-anak
5. Pantun nasehat orangtua.
D. Contoh Pantun
Berikut adalah contoh beberapa pantun.
Kaki ayam beda sebelah
Ayu ting-ting lagunya alamat
Rajin-rajinlah kamu beribadah
Niscaya kamu akan selamat
Semalam kedatangan banyak tamu
Tamunya terlalu banyak tanya
Orangtuamu begitu menyangimu
Maka sayangi jugalah keduanya
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan tentang makalah ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa pantun merupakan salah satu karya sastra jenis puisi lama yang begitu indah dan sangat bagus, sehingga begitu menarik untuk dipelajari dan diperdalam oleh banyak orang.
B. Saran
Saran yang bisa disampaikan melalui makalah ini adalah sebaiknya dan sudah sepatutnya bagi semua orang untuk mempelajarinya dan mengembangkannya, jangan hanya sekedar mengetahui nama tanpa mengenalnya.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka adalah sumber ataupun bahan yang kita jadikan referensi dalam menulis suatu makalah. Karena tulisan ini hanya sekedar contoh, maka penulis tidak mencantumkan ataupun membuat daftar pustaka. Tetapi untuk contohnya, penulis akan membuat contoh daftar pustaka dari sumber buku, koran ataupun majalah, dan internet.
Contoh Makalah Sumber Buku
Alex, Kevin. 1990. Intisari Sastra Bahasa Indonesia. Medan: Pustaka Gramedia Medan
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Sastra Puisi. Jakarta: Balai Sedia Budi Pustaka.
Contoh Makalah Sumber Koran Ataupun Majalah
Kompas
Solopos
Tempo
Contoh makalah Sumber Internet
www.karyasastraindonesia.com
www.puisiindonesia.org
www.wikibukusastra.co.id
Semoga makalah bahasa indonesia yang sudah saya tulis di atas dapat memberi manfaat, utamanya bagi sobat yang ingin membuat makalah guna kebutuhan dalam menyelesaikan tugas tugas sekolah atau kuliah. Selamat membuat makalah dan terimakasih sudah berkunjung di blog contohdaftarfacebookbuatemail.com
WARNING...!!!
Blog ini di lindungi DMCA PROTECTEDMohon untuk tidak mengcopy artikel ini untuk keperluan blog tanpa mencantumkan
LINK SUMBER
Related Posts:
Contoh Makalah Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar
Contoh makalah - Makalah adalah sebuah karya tulis ilmiah yang di buat
guna membahas sebauh permasalahan tertentu sebagai hasil dari sebuah
kajian lapangan maupun kajian pustaka dimana biasanya makalah ini di
buat dan di sus… Read More
Pengertian Makalah | Cara Membuat Makalah Yang Baik dan Benar
Pengertian Makalah - Sepertinya hampir orang-orang yang pernah belajar bahasa
Indonesia sudah mengetahui apa itu makalah meskipun hanya dalam bentuk sempit
dan tidak menyeluruh, sebagian orang berpendapat bahwasannya makalah… Read More
Artikel Populer
- Daftar Facebook Baru 2016 Bahasa Indonesia | Cara Buat Akun Facebook
- Cara Ganti Kata Sandi Akun Google / Merubah Password Gmail
- Daftar Instagram | Cara Membuat Akun Instagram
- Contoh Pidato Perpisahan Sekolah Yang Singkat dan Jelas
- Cara Langsung Masuk Facebook Lewat HP/Android dan Laptop
- Contoh Surat Izin Tidak Masuk Sekolah Yang Baik dan Benar
- Cara Buka Akun Facebook yang Lupa Kata Sandi (password)
- Contoh Makalah Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar
- Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan
- Daftar Facebook di Hp/Android | Cara Membuat FB Tanpa Email
Tutorial Cara Daftar
Cara Buat Akun
Artikel Tutorial Email
- Cara mengirim email gmail di android
- Cara buat email gmail & yahoo
- Cara daftar email GMAIL
- Cara buka email yahoo lupa kata sandi
- Cara ganti password email gmail
- Cara daftar email yahoo
- Cara mengirim email di yahoo
- Cara mengirim email di gmail
- Daftar email gmail di HP/Android
- Cara buka email gmail lupa kata sandi
Label
Negara berkembang
Negara berkembang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ekonomi maju
Ekonomi awal dan berkembang (tidak kurang maju)
Ekonomi awal dan berkembang (kurang maju)
Klasifikasi oleh IIMF dan PBB
Negara industri baru pada tahun 2013
Peta dunia yang memperlihatkan Indeks Pembangunan Manusia menurut Kuartil (berdasarkan data 2010, diterbitkan 4 November 2010)[1]
|
Sangat tinggi
Tinggi
Sedang
|
Rendah
tidak ada data
|
Negara yang memiliki ekonomi yang lebih maju daripada negara berkembang lainnya, namun tidak sepenuhnya menampakkan tanda-tanda negara maju dikelompokkan dalam istilah negara industri baru.[4][5][6][7]
Daftar isi
Definisi
Kofi Annan, mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, menetapkan negara berkembang sebagai "negara yang memperbolehkan seluruh warga negaranya menikmati hidup yang bebas dan sehat dalam lingkungan yang aman."[8] Namun menurut Divisi Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa:- Tidak ada konvensi resmi untuk penetapan negara atau wilayah "maju" dan "berkembang" dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa.[3]
- Penetapan "maju" dan "berkembang" hanya ditujukan untuk kemudahan statistik dan tidak mengekspresikan penilaian terhadap tahap-tahap yang telah dicapai suatu negara atau wilayah dalam proses pembangunannya.[9]
- Dalam kenyataannya, Jepang di Asia, Kanada dan Amerika Serikat di Amerika Utara, Australia dan Selandia Baru di Oseania, dan Eropa dianggap sebagai wilayah atau kawasan "maju". Dalam statistik perdagangan internasional, Persatuan Bea Cukai Afrika Bagian Selatan juga dianggap sebagai kawasan maju dan Israel sebagai negara maju; negara yang muncul dari bekas Yugoslavia dianggap sebagai negara berkembang; dan negara-negara di Eropa Timur dan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (kode 172) di Eropa tidak termasuk dalam wilayah maju ataupun berkembang.[3]
Di sisi lain, menurut klasifikasi IMF sebelum April 2004, seluruh negara Eropa Timur (kecuali negara Eropa Tengah yang masih tergabung dalam "Eastern Europe Group" di PBB) juga bekas negara Uni Soviet (USSR) di Asia Tengah (Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Turkmenistan) dan Mongolia tidak dimasukkan dalam kawasan maju atau berkembang, namun disebut sebagai "negara transisi", mereka sekarang lebih dikenal (dalam laporan internasional) sebagai "negara berkembang".
IMF menggunakan sistem klasifikasi fleksibel yang memperhitungkan "(1) tingkat pendapatan per kapita, (2) diversifikasi ekspor sehingga eksportir minyak yang memiliki PDB per kapita tinggi tidak akan masuk dalam klasifikasi maju karena 70% barang ekspornya berupa minyak, dan (3) tingkat integrasinya ke dalam sistem keuangan global."[14]
Bank Dunia mengelompokkan negara-negara di dunia ke dalam empat kelompok pendapatan. Kelompok ini diatur setiap tahun pada tanggal 1 Juli. Ekonomi yang terbagi menurut pendapatan nasional per kapita 2008 menggunakan tingkatan pendapatan berikut:[15]
- Negara pendapatan rendah memiliki PN per kapita US$975 atau kurang.
- Negara pendapatan menengah bawah memiliki PN per kapita antara US$976 dan US$3.855.
- Negara pendapatan menengah atas memiliki PN per kapita antara US$3.856 dan US$11.905.
- Negara pendapatan tinggi memiliki PN per kapita lebih dari US$11.906.
Pengukuran dan konsep pembangunan
Pembangunan suatu negara diukur dengan indeks statistik seperti pendapatan per kapita (per orang) (PDB), harapan hidup, tingkat melek aksara, dan lain-lain. PBB telah mengembangkan HDI, sebuah indikator statistik untuk mendorong tingkat pembangunan manusia di negara-negara yang terdata oleh PBB.Negara berkembang umumnya adalah negara yang belum mencapai tingkat industrialisasi yang relatif terhadap penduduknya dan memiliki standar hidup menengah ke rendah. Terdapat korelasi kuat antara pendapatan rendah dan pertumbuhan populasi yang tinggi.
Istilah yang digunakan ketika membicarakan negara berkembang mengarah pada tujuan dan pembangunan negara-negara yang memakai istilah ini. Istilah lain yang kadang digunakan adalah negara kurang maju (LDC), negara ekonomi kurang maju (LEDC), "bangsa belum maju" atau bangsa Dunia Ketiga, dan "bangsa non-industri". Sebaliknya, ujung lain dari spektrum ini disebut negara maju, negara ekonomi sangat maju (MEDC), bangsa Dunia Pertama dan "bangsa industri".
Untuk mengurangi aspek eufemistik dari kata berkembang, organisasi internasional mulai memakai istilah negara ekonomi kurang maju (LEDC) untuk negara miskin yang dalam hal apapun tidak dapat disebut sebagai negara berkembang. LEDC adalah subset termiskin dari LDC. Penggunaan ini dapat menentang keyakinan bahwa seluruh dunia berkembang memiliki standar hidup yang sama.
Konsep bangsa berkembang dapat ditemukan (dalam satu istilah atau lain) di berbagai sistem teoretis yang memiliki beragam orientasi — misalnya, teori dekolonisasi, teologi pembebasan, Marxisme, anti-imperialisme, dan ekonomi politik.
Kritik atas istilah 'negara berkembang'
Ada berbagai kritik terhadap pemakaian istilah 'negara berkembang'. Istilah ini menekankan inferioritas sebuah 'negara berkembang' jika dibandingkan dengan sebuah 'negara maju' yang tidak disukai oelh banyak negara. Istilah ini seolah menekankan sebuah negara agar 'berkembang' mengikuti model pembangunan ekonomi tradisional 'Barat' yang tidak diikuti beberapa negara seperti Kuba.Istilah 'berkembang' berarti mobilitas dan tidak mengakui bahwa pembangunan menurun atau tetap di sejumlah negara, terutama Afrika bagian selatan yang terkena dampak parah dari HIV/AIDS. Dalam beberapa kasus, istilah negara berkembang dapat dianggap sebagai eufemisme. Istilah ini berarti homogenitas antara negara-negara tersebut yang sangat beragam. Istilah ini juga berarti homogenitas di antara negara-negara tersebut ketika kekayaan (dan kesehatan) sebagian besar atau kecil kelompok utama sangat bervariasi.[butuh rujukan]
Umumnya, pembangunan memerlukan infrastruktur modern (fisik dan institusional), dan perpindahan dari sektor bernilai rendah seperti pertanian dan pengambilan sumber daya alam. Sebagai perbandingan, negara maju biasanya memiliki sistem ekonomi berdasarkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan stabil dalam sektor ekonomi tersier dan sektor ekonomi kuarter dan standar hidup material tinggi. Tetapi, ada pengecualian utama ketika beberapa negara yang dianggap maju memiliki banyak komponen industri primer dalam ekonomi nasional mereka, seperti Norwegia, Kanada, Australia. AS dan Eropa Tengah memiliki sektor pertanian yang sangat penting, keduanya adalah pemain penting dalam pasar pertanian internasional. Selain itu, pengambilan sumber daya alam dapat menjadi industri yang sangat menguntungkan (bernilai tinggi) seperti pengeboran minyak.
Daftar negara ekonomi awal dan berkembang
Berikut ini negara-negara yang dianggap sebagai ekonomi awal dan berkembang menurut Laporan Ekonomi Dunia Dana Moneter Internasional, April 2010.[16]
Afghanistan
Albania
Aljazair
Angola
Antigua dan Barbuda
Argentina
Armenia
Azerbaijan
Bahama
Bahrain
Bangladesh
Barbados
Belarus
Belize
Benin
Bhutan
Bolivia
Botswana
Brazil
Bulgaria
Burkina Faso
Burma
Burundi
Kamerun
Tanjung Verde
Republik Afrika Tengah
Chad
Chili
Tiongkok
Kolombia
Komoro
Republik Demokratik Kongo
Republik Kongo
Kosta Rika
Côte d'Ivoire
Kroasia
Djibouti
Dominika
Republik Dominika
Ekuador
Mesir
El Salvador
Guinea Khatulistiwa
Eritrea
Estonia
Ethiopia
Fiji
Gabon
Gambia
Georgia
Ghana
Grenada
Guatemala
Guinea
Guinea-Bissau
Guyana
Haiti
Honduras
Hongaria
Indonesia
India
Iran
Irak
Jamaika
Yordania
Kazakhstan
Kenya
Kiribati
Kuwait
Kyrgyzstan
Laos
Latvia
Lebanon
Lesotho
Liberia
Libya
Lituania
Makedonia
Madagaskar
Malawi
Malaysia
Maladewa
Mali
Kepulauan Marshall[17]
Mauritania
Mauritius
Meksiko
Federasi Mikronesia[17]
Moldova
Mongolia
Montenegro
Maroko
Mozambik
Namibia
Nauru
Nepal
Nikaragua
Niger
Nigeria
Oman
Pakistan
Palau[17]
Panama
Papua Nugini
Paraguay
Peru
Filipina
Polandia
Qatar
Rumania
Rusia
Rwanda
Saudi Arabia
Samoa
São Tomé dan Príncipe
Senegal
Serbia
Seychelles
Sierra Leone
Kepulauan Solomon
Afrika Selatan
Somalia
Sri Lanka
Saint Kitts dan Nevis
Saint Lucia
Saint Vincent dan Grenadines
Sudan
Suriname
Swaziland
Suriah
Tajikistan
Tanzania
Thailand
Timor-Leste
Togo
Tonga
Trinidad dan Tobago
Tunisia
Turki
Turkmenistan
Tuvalu
Uganda
Ukraina
Uni Emirat Arab
Uruguay
Uzbekistan
Vanuatu
Venezuela
Vietnam
Yemen
Zambia
Zimbabwe
Negara berkembang yang tidak terdaftar di IMF
Daftar ekonomi berkembang yang sudah menjadi ekonomi maju (Empat Macan Asia dan negara Euro Baru)
Hong Kong (sebelum 1997)
Singapura (sebelum 1997)
Korea Selatan (sebelum 1997)
Taiwan (sebelum 1997)
Siprus (sebelum 2001)
Libya (sebelum 2004)
Slovenia (sebelum 2007)
Malta (sebelum 2008)
Republik Ceko (sebelum 2009)
Slowakia (sebelum 2009)
Lihat pula
- Negara industri baru
- Dekolonisasi
- Perkembangan ekonomi
- Pembangunan berkelanjutan
- Industrialisasi
- G8
- Bank Dunia
- BRIC
Catatan kaki
- ^ Statistics | Human Development Reports (HDR) | United Nations Development Programme (UNDP)
- ^ Sullivan, Arthur; Steven M. Sheffrin (2003). Economics: Principles in Action. Upper Saddle River, New Jersey 07458: Pearson Prentice Hall. p. 471. ISBN 0-13-063085-3.
- ^ a b c "Composition of macro geographical (continental) regions, geographical sub-regions, and selected economic and other groupings (footnote C)". United Nations Statistics Division. revised 17 October 2008. Diakses tanggal 2008-12-30.
- ^ Paweł Bożyk (2006). "Newly Industrialized Countries". Globalization and the Transformation of Foreign Economic Policy. Ashgate Publishing, Ltd. ISBN 0-75-464638-6.
- ^ Mauro F. Guillén (2003). "Multinationals, Ideology, and Organized Labor". The Limits of Convergence. Princeton University Press. ISBN 0-69-111633-4.
- ^ Waugh, David (3rd edition 2000). "Manufacturing industries (chapter 19), World development (chapter 22)". Geography, An Integrated Approach. Nelson Thornes Ltd. pp. 563, 576–579, 633, and 640. ISBN 0-17-444706-X.
- ^ Mankiw, N. Gregory (4th Edition 2007). Principles of Economics. ISBN 0-32-422472-9.
- ^ G_05_00
- ^ United Nations Statistics Division- Standard Country and Area Codes Classifications (M49)
- ^ a b c d e East Asian Tigers
- ^ a b c d e f g IMF Advanced Economies List. World Economic Outlook, Database—WEO Groups and Aggregates Information, April 2009.
- ^ Korea, Republic of
- ^ FT.com / Asia-Pacific - S Korea wins developed-country status
- ^ "Q. How does the WEO categorize advanced versus emerging and developing economies?". International Monetary Fund. Diakses tanggal July 20, 2009.
- ^ a b "How we Classify Countries". World Bank. Diakses tanggal September 25, 2010.
- ^ IMF Emerging and Developing Economies List. World Economic Outlook Database, April 2010.
- ^ a b c World Economic Outlook, International Monetary Fund, April 2009, second paragraph, lines 9–11.
Bacaan lebih lanjut
- Wardiyatmoko, K (2006). Geografi 3 untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga. ISBN 979-781-740-7. (Indonesia)
Pranala luar
Menu navigasi
Komunitas
Cetak/ekspor
Perkakas
Bahasa lain
- العربية
- Български
- বাংলা
- Bosanski
- Català
- کوردیی ناوەندی
- Čeština
- Dansk
- Deutsch
- Ελληνικά
- English
- Esperanto
- Español
- Eesti
- Euskara
- فارسی
- Suomi
- Føroyskt
- Français
- Gaeilge
- עברית
- हिन्दी
- Hrvatski
- 日本語
- ქართული
- Қазақша
- 한국어
- Latina
- Lëtzebuergesch
- Lietuvių
- मराठी
- Bahasa Melayu
- Nederlands
- Norsk nynorsk
- Norsk bokmål
- ਪੰਜਾਬੀ
- Polski
- Português
- Rumantsch
- Русский
- Scots
- Srpskohrvatski / српскохрватски
- Simple English
- Soomaaliga
- Svenska
- Kiswahili
- தமிழ்
- ไทย
- Tagalog
- Türkçe
- Татарча/tatarça
- Українська
- اردو
- Tiếng Việt
- 中文
- Halaman ini terakhir diubah pada 15 Maret 2016, pukul 23.39.
- Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk le
Langganan:
Postingan (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar
Sorry om,,, Cuman koment RELEVAN en kaga' ada link aktifnya yang ane publis...